Toleransi Umat Beragama Dimulai Dari Toleransi Diri Sendiri
Toleransi bukan sekadar slogan. Ketika rumah ibadah, kebebasan beragama, dan kerukunan masih menghadapi persoalan, saatnya kita belajar menghormati pe
M Sobari
8/21/20263 min read
Agama merupakan perwujudan atau azas kepercayaan yang merupakan ajaran untuk berbuat baik.
Di Indonesia ada 7 agama yang diakui termasuk didallamnya satu aliran kepercayaan.
Ini menandakan banyaknya agama di Indonesia yng menjalankan ajaran agama tersebut tanpa ada gangguan dari pihak lain apalagi gangguan dari agama lain.
Semua rakyat Indonesia yang beragama wajib dan bebas menjalankkan ritual keagamaaannya tanpa dipengaruhi dan tanpa orientasi agama mana yang jumlah pemeluknya terbanyak.
Agama ini merupakan satu ajakan yang tidak boleh melanggar kaedah terkait manusia dengan Tuhannya dan terkait manusia dengan manusia lainnya.
Artinya pemerintah sebagai pemegang tanggungjawab tertinggi ddalam satu negara harus memberikan kepastian hukum terkait kebebasan uma beragama untuk menjalankan ibadahnya. Masyarakat itu sendiri melakukan ibadahnya ditempat tempat yang dianggap suci dan rumah ibadah itu sendiripun harus layak, karena tempat beribadah adalah salah satu ritual keagamaan untuk melaksanakan perintah Tuhan ke manusia dan untuk menjalankan perintah berbuat baik dari manusia ke manusia lainnya
Artinya Rumah ibadah tersebut dibangun atas perintah dan petunjuk Allah swt Tuhan YME. Dan pemerintah serta masyarakat yang tergabung dalam manusia didalamagama tersebut wajib mempermudah semua akses. Karena pada hakekatnya ini adalah perintah Allah swt Tuhan YME
Kita ketahui bersama didalam semua agama mengajarkan dan menerangkan barangsiapa yang mempermudah dan memberikan akses maka ia akan dipermudah dan diberikan akses untuk semuahal terkait kebajikan.
Penulis merasa hl tersebut masih berbentuk slogan nyata dan fakta apa yang terjadi didalam kehidupan sehari hari
Hal ini bisa dibuktikan ada banyak rumah ibadah yang kondisinya tidak layak. Dimulai dari masjid, gereja, vihara, kuil, dan rumah tinggal yang dipergunakan sebagai tempat kegiatan ibadah terssebut.
Ini sangat ironi mengingat ini perintah Alla swt Tuhan YME terkait membesarkan agama salah satunya adalah membangun rumah ibadah.
Yang lebih mengejutkan, adabanyak rumah ibadah kondisinyamiris danmemprihatinkan, sementara rumah penduduk tampak mewah dan meyakinkan. Itu artinya rumah Tuhannya jauh lebih jelek daripada rumah penduduk itu sendiri, rumah pribadi penduduk yang beragama tersebut dibangun oleh dananya semdiri ementara rumah ibadah tersebut dibagun oleh kumpulan orang banyak untuk beribadah kepada Tuhannya. Maknanya manusia Indonesia yang bragama lebih mementingkandirinya daripada Tuhannya bhakan ketia orang banyak berkumpul untuk beriibadah tidak menjamin dan menunjang untuk besarnya rumah ibadah. Apakah hal ini masyarakat yang beragama tersebut tidak takut pada Tuhannya. Disisi lain pembangunan rumah ibadah oleh agama tertentu dan diperuntukkan agama teetentu wajib mempunyai syarat izin mendirikanbangunan (IMB). Penulis beranggapan ini sudah salah kaprah terkait keagamaan karena tidakperlu zin mendirikan bangunan, dan ini adalah bentuk perintah dari Allah swt Tuhan YME dansudah diizinkan semenjakmanusiapertamakali ada.
Fenomena lain juga menggambarkan agama yang satu merasa lebih benar ketimbang agamalainnya danagama yang satu memaksakan kehendak untuk menyalahkan agama yang lainnya. Itudilakukan di dalam ruang ruang mimbar keagamaan dalam bentuk fitnah, ghibah dan menjelek jelekkan serta memperolok olokkan agama yang lain yang tentunya dilakukan oleh pemuka agama. Dan yang lebih memprihatinan penyerangan dan tawuran dalam bentuk anarkis hingga merusak rumah ibadah dan fasilitas agama lainnya sehingga tempat ibadah agama yang dirusak jadi tidak layak, padahal sesungguhnya ruah ibadah dan fasilitas agama tertentu yang diserang tersebut tidak harus dirusak hinga tidak laya dipergunakan. Karena pada awalnya juga rumah ibadah dan fasilitas merekamemang sudah tidak layak dipergunakan.
Masalah lain yag muncul ketika suatu agama tertentu meelaksanakan ibadahnya membuat jalanan menjadi macet dan mengganggu penggunajalan lainnya.Sementara disisi lain agama tertentu mengaja beribadahsesamaa agamanya melalui pengeras suara yang memekakkan telinga dan dilakukanmassif sehinggaterdengar seperti konser musik.
Tidak hanya itu dalam satu agendakehidupan bermasyarakat agama yag satu tidakmengajakagama yang lain, danagama yang lain tidak memprioritaskan agama yang lainnya.
Kementrian Agama RI mempunyai jaringan terstruktur melalui hirarkinya hingga sampai ke seluruh pelosok di Indonesia tetapai sosiali terkait hal tersebut tidak pernah sampai.
Ada banyakanggaran dan bantuan yang hanya bisadirasakan agama tertentu. Penyuluhan dan bimbingan pun hanya bisadirasakan oleh agama tertentu. Seperti yang kita ketahui bersama kementrian agama adalah mengurusi semua agama di Indonesia, bukan agama tertentu.
Hal ini tercermin dari banyak dan massifnya proposal pengajuan yg ditujukan kepada kementrian agama olehagama tertentu. Hal ini tidak mencerminkan amant UUD 1945 pasal 29
Diss lain ketikaini berlangsung ini akan terjadi persainganantara satu agama dengan agama alainnya, kenapa nega tidakhadir dalam hal ini
Perlunyakerukunanantr umat beragama agar terciptasuatu kondisi yang iklimnya bisa bekerjasamadan sama sama berkerja karena mereka hidup dan tinggal bersosiologi dan berantrpopologi di tempat di daerah dilingkungan yang sama. Hal ini bisa mencerminkan perpecahan antar penduduk berbasis agama. Dan ini bisadimanfaatkan oleh pihak pihaklain yang mengambil keuntungan dan bahkan memperkeruh situasi untuk ksuatu epentingan tertrentu
Pemerintah harus hadir danmengeluarrkan aturan danUU yang wajib dipatuhi oleh semua agama di Indonesia san mensosialisasikannya kepada rakyat Indonesia karena pentingnya toleransi umat beragamadimulai dari diri sendiri agar tidak terjadi perag dalam bentuk anarkis maupun pengrusakan terhadap aagama lainnya. Atau ada yang lebih mengerikan ketika hal ini i tidak dipahami dansampai ke masyarakat makasangat bisa dipastikan akan banyakmasyarakat Indonesia dari yang beragama menjadi tidak beragama. Atau mereka beragama tetapi beragama nuansa.
Ciptakan situasi yang konndusif melalui iklim kesejukan dalam bermasyarakat karena pada hakekatnya semuamanusia yang ada di Indonesiadansemua manusia yang ada dimuka bumi berasal dari satu nenek moyang Nabi Adam as.
Alamat
Jl. Radin Inten II No. 7B
Duren Sawit, Jakarta Timur
